Gerakan Toko Bersama Targetkan Digitalisasi 250 Ribu Pelaku UMKM Retail

Gerakan Toko Bersama Targetkan Digitalisasi 250 Ribu Pelaku UMKM Retail

Langkah melindungi dan membangun UMKM menjadi salah satu inisiatif yang dapat membantu pemulihan ekonomi lebih cepat. Bagaimana tidak, dari keseluruhan unit usaha yang ada di Indonesia, 99,99% adalah UMKM. UMKM juga memberikan sumbangan 61,1% pada PDB negara ini.

Untuk membantu UMKM bangkit lewat transformasi digital Youtap indonesia terlibat dalam program Gerakan Toko Bersama. Gerakan ini juga bersinergi dengan sejumlah mitra seperti Coca-Cola, Belfoods dan Bintang Toedjoe. Sebagai kolaborator, nantinya Youtap akan membantu mendigitalisasi pelaku UMKM retail dalam ekosistem partner Gerakan Toko Bersama.

Sampai saat ini sudah lebih dari 85.000 pelaku usaha telah bergabung dari berbagai daerah di tanah air di dalam ekosistem digital Youtap, meningkat 25% dalam 1 bulan terakhir. Dengan jumlah UMKM yang dimiliki Youtap saat ini, ditargetkan tambahan 100.000 merchant dari partner Gerakan Toko BERSAMA di seluruh Indonesia agar lebih banyak UMKM Retail yang mendapatkan manfaat .

“Kolaborasi secara tepat akan mempercepat usaha dalam membangkitkan UMKM Indonesia. Karena itulah kami menyambut baik ajakan kolaborasi dalam Gerakan Toko Bersama yang tentunya sejalan dengan visi Youtap untuk membangun Indonesia lewat UMKM Go Digital,” kata Herman Suharto, Chief Executive Officer Youtap Indonesia dalam keterangannya, Jumat (11/12/2020).

Edukasi yang dilakukan Youtap dalam program ini akan mencakup 3 hal. Penggunaan transaksi nontunai baik untuk pembeli offline dan online, keuntungan memiliki analisa keuangan untuk kemajuan usaha, dan peningkatan loyalitas pelanggan. Manajemen keuangan yang matang menjadi salah satu kendala yang dihadapi para pelaku UMKM, hal ini sering menimbulkan kendala dalam menjalankan usaha agar dapat mempertahankan penjualan. Untuk memudahkan hal tersebut edukasi dan fungsi aplikasi Youtap akan dapat sangat membantu UMKM mengatasi hal ini.

“Momen pandemi ini, membuat UMKM bergerak lebih lambat namun menjadi punya banyak waktu untuk mengembangkan diri. Kami akan memanfaatkan momen ini untuk mengedukasi UMKM dan membantu mereka memiliki kemampuan yang lebih mumpuni agar dapat berlari kencang usai masa-masa sulit ini berlalu,” kata Herman.

Toko BERSAMA (BERsih, SehAt, MAju) ini merupakan program yang didukung oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang diluncurkan sejak Juni lalu. Program ini bertujuan untuk memberdayakan para pelaku UMKM ritel untuk dapat bertahan di saat krisis dan berkembang setelahnya dengan memberikan pelatihan dan akses pendukung usaha untuk pemilik toko/warung tradisional.

“Saat ini fokus dari Gerakan Toko Bersama bersama para partner adalah untuk melakukan edukasi seputar operasional toko yang sehat dan aman dapat diimplementasikan oleh para pelaku UMKM retail, selanjutnya kita akan memulai edukasi mengenai tata kelola keuangan, tatakelola persediaan (Inventory Management) dan digitalisasi toko” jelas Joko Wiyono, Managing Director QASA, selaku Mitra Pelaksana dari GTB.

Hal senada disampaikan Triyono Prijosoesilo, Public Affair and Communication Director, Coca-Cola Indonesia. “Kami melihat tren digital di UMKM memang meningkat. Namun demikian proses adopsinya akan membutuhkan sinergi dari banyak pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta. Karena itulah kami menyambut baik upaya dari Gerakan Toko Bersama menggandeng Youtap Indonesia yang memiliki solusi untuk pemberdayaan UMKM retail” katanya.

 

STEVY WIDIA
https://youngster.id/news/gerakan-toko-bersama-targetkan-digitalisasi-250-ribu-pelaku-umkm-retail/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *